Selasa, 10 Maret 2009

KETIKA Q - THA HARUS MEMILIH

Setiap saat, setiap waktu pasti kita dihadapkan pada suatu kondisi yang mengharuskan kita untuk menjatuhkan sebuah pilihan, seperti memilih kekasih, memilih jalan hidup atau memilih profesi yang akan kita geluti dengan sungguh-sungguh nantinya. Sebuah realitas kehidupan bernegara kita saat ini juga mengharap kesungguhan setiap warganya untuk menjatuhkan sebuah pilihan. 09 April 2009 saat kita semua diundang untuk berpesta. Banyak pilihan yang harus kita cermati, mulai nama partai politik peserta pemilu yang mungkin kita yakini kesungguhannya dalam menyampaikan aspirasi masyarakat jika itu memang ada, nama-nama Caleg yang lagi semangat menebar senyum di setiap sudut jalanan dengan aneka janji dan kontrak politiknya masing-masing, serta satu lagi nama-nama Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah yang belum tentu orang tersebut mengerti dengan sungguh-sungguh daerah yang mereka wakili. Lalu bagimana memilih yang terbaik diantara semua daftar yang kita hadapi tadi......?
Walaupun saya ini bukan ahli Ilmu politik, bukan ahli Ilmu Ekonomi apalagi ahli Ilmu Perdukunan manun saya akan mencoba berbagi cerita tentang cara memilih menurut versi saya tentunya he..he..he....

Pertama, pastikan kita mengenal Caleg atau Calon Anggota DPD yang akan kita pilih. Walaupun mereka bukan famili dan bukan saudara kita, minimal kita tahu siapa orang tersebut, bagaimana kiprahnya, serta satu hal lagi yang saya sendiri belum bisa melakukan dengan benar yaitu pastikan mereka adalah manusia seutuhnya lahir dan batin karena jika kita memilih manusia lahirnya saja bisa-bisa secara batiniah dia seekor binatang atau mungkin malah Setan yang menyesatkan, ngeri kan.........

Kedua, kenali dengan baik bagaimana rekam jejaknya atau yang lebih populer dengan istilah Track Recordnya”, pernah berbuat apa untuk orang banyak, pernah memperjuangkan apa demi masyarakat, pernah menerima suap apa enggak, pernah berbuat asusila apa tidak, pernah menghisap shabu-shabu apa sekedar pemabok arjo kampungan, bahkan jika mungkin pernah korupsi apa enggak orang tersebut........ agar kita tidak dikibuli terus sama mereka nantinya.....

Ketiga, dari mana asal partai yang mengusungnya, karena banyak partai saat ini bikin kita bingung mana yang memperjuangkan rakyat banyak. Jangan sampai partai tersebut hanya memperjuangkan kelompoknya sendiri apalagi jika berjuang hanya demi perut si Caleg sendiri celaka kan.......

Keempat, jangan tergiur dengan janji palsu apalagi dengan beberapa lembar rupiah yang diberikan, karena boleh jadi sekarang memberi kita Rp. 100.000,- tapi nanti dia akan mencuri uang negara jutaan bahkan milyaran rupiah. Jangan menukar nasib bangsa kita lima tahun kedepan dengan harga yang sangat murah. Cara seperti ini yang populer dengan istilah "Money politic", kalau nggak salah sih..............

Kelima, jangan mencoblos.....!!! apa lagi di matanya.... iya kan, karena dalam pemilu kali ini kita cukup menconteng saja........ tul nggak nda.......?

PESTA DEMOKRASI


Jika kita mendengar kata Pesta mungkin yang terlintas dibenak kita adalah suasana yang meriah, suka cita, gemerlap lampu yang indah dan tentunya aneka makanan yang menggugah selera. Namun bagaimana dengan pesta yang satu ini.......? "Pesta Demokrasi" yang merupakan sebutan lain untuk Pemilihan Umum juga menggambarkan suasana kegembiraan walaupun bukan pada setiap orang. Lalu siapa yang meras gembira dalam pesta ini.....? Yang pertama tentu Para Caleg.... Siapa mereka....? Orang yang merasa dirinya pantas mewakili rakyat itulah para Caleg. Namun ada juga yang mengistilahkan Caleg ini dengan parodi yang sangat menggelitik telinga Caleg kependekan dari Cangkem Legrek (orang yang suka ngomong tapi nggak bisa menepatinya) , ini cuma istilah lho...... jadi jangan marah ya......... Yang kedua yang merasa gembira tentu para pembuat iklan, karena pasti semua partai politik dan para Calegnya ingin dikenal oleh masyarakat kan....... konsekwensinya ya lewat iklan....... Dari iklan yang mereka buat inilah Jutaan Rupiah akan mengalir ke kantongnya, enak ya....... Yang ketiga mungkin mereka yang suka memancing situasi di air keruh karena dari sanalah mereka dapat banyak rupiah, tentunya dengan menggosok kanan, kiri, atas bawah pokoknya kemana ajalah. Biar lecet kali ye........ Namun ada juga saudara kita para pedagang kaki lima yang diuntungkan, karena seusai menghadiri Kampanye tentu lapar dan haus kan......? naaah kepada merekalah penggemar orasi para Caleg mencari penawarnya...... (Alhamdulillah masih bermanfaat juga peristiwa ini bagi rakyat kecil).
Terlepas dari itu semua, sebagai warga bangsa kita mesti punya interes untuk kemaslahatan bangsa kita kan........ Jadi seburuk apapun suasana yang timbul akibat Pesta Demokrasi, kita jangan alergi apalagi anti pati karena kebaikan negeri ini dimasa yang akan datang menjadi tanggung jawab kita bersama................. tul nggak coy.................?

Kamis, 05 Maret 2009

Tentang Aku

Aku lahir di Malang 33 Tahun silam, masa SMP sampai dengan SMA kulalui di daerah kelahiranku. Baru pada saat kulaih aku hijrah ke Kota Kembang Bandung, dan saat ini aku sedang berkarya di suatu Daerah di Jawa Timur Indonesia